Pernahkan terpikirkan dibenak anda, tumpukan sampah bisa menjadi pembangkit listrik bagi sejumlah masyarakat?. Hal itu dibuktikan sendiri oleh warga Palembang.
Apa itu Sampah?

Tidak lama lagi, Warga Palembang akan menikmati energi listrik yang bersumber dari sampah. Plt Wali Kota Palembang Harnojoyo telah menunjuk badan usaha milik daerah, PT SP2J, sebagai pengelola energi yang bersumber dari ratusan ribu ton sampah di Sukawinatan, Palembang. Paling lambat pada Maret-April mendatang, perseroan SP2J dapat menjual energi hasil sampah kepada pihak PT PLN.
Dimana Masyarakat Mendapatkan Dana?
Dana untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Palembang mendapat bantuan pemerintah pusat dan diharapkan mampu dimanfaatkan secara optimal, serta menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain dalam pengelolaan sampah. "Palembang yang pertama di Indonesia bisa hasilkan listrik dari sampah," kata Harnojoyo, Rabu, 7 Januari 2015.
Produksi sampah di Kota Palembang mencapai 800 ton per harinya, dan 500 ton di antaranya masuk ke TPA Sukawinatan. Dengan hasil itu maka tumpukan sampah bisa dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik dan salah satu pilihan mengupayakan krisis energi listrik yang akan terjadi.
Berapakah Energi Yang Dihasilkan?

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Dia memproyeksikan sampah Sukawinatan bisa menghasilkan 12 nmh3/h di setiap sumurnya, dengan kalkulasi 50 sumur dapat menghasilkan 600 nmh3/h. Pemanfaatan sampah menjadi energi listrik ini pertama kali di Indonesia. Sudah 50 sumur bor yang terpasang pipa ke mesin engine, sehingga diperkirakan mampu menghasilkan gas metan sebanyak 600nmh3/h.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar