Tampilkan postingan dengan label Limbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Limbah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2015

Eka Sulap Limbah Kodok Jadi Sepatu Mahal

Eka Rismantara memanfaatkan limbah rumah makan yang menyediakan sate kodok, Eka menyulap kulit kodok menjadi sepatu. Eka yang ditemui di gelaran Indonesia Fashion Week di JCC, Jakarta mengatakan selama ini banyak produsen menawarkan produk fesyen seperti tas, dompet, dan sepatu dengan model unik dan dibuat dari bahan berkualitas. Untuk menghasilkan produk yang menarik, mereka sering menggunakan kulit binatang sebagai bahan baku produk.

Beberapa kulit binatang yang selama ini sering dipakai, seperti kulit ular, buaya dan sapi. Namun, masih jarang yang menggunakan kulit kodok sebagai bahan baku produk. Meski demikian, Eka memberanikan diri mencoba suatu yang baru yaitu membuat sepatu dari kulit kodok. "Kulit kodok ini saya pakai sebagai bahan pembuatan sepatu laki-laki," ujarnya di JCC, Jakarta, Minggu (1/3).

Dia mengakui pemakaian kulit kodok masih jarang, namun dia berhasil menghasilkan produk sepatu berbeda dari yang lain. "Setidaknya itu ciri khas produk kami," katanya. Menurut Eka, pemanfaatan kulit kodok sebagai bahan pembuatan sepatu tidak gampang. Perlu keahlian khusus dalam mengolah kulit kodok sehingga menarik dan memiliki kesan tersendiri.

Eka mendapatkan pasokan kulit kodok dari berbagai tempat rumah makan yang menyediakan sate kodok. "Kami memanfaatkan limbah dari perusahaan makanan katak, perusahaan makanan, restoran sate swikey adanya di luar Jawa," ungkapnya. Aneka produk fasyen yang dihasilkan itu dibanderol mulai dari Rp 4 juta - Rp 8 juta per buah. Pelanggannya pun sudah mencapai di benua Eropa. "Ekspor di Italia, Jerman, Perancis, Singapura setiap minggu," papar dia.

Pengerjaannya satu sepatu hanya mencapai 10 hari dan sepenuhnya menggunakan tangan manusia. "1-10 hari, cetakannya full handmade dan kami menyediakan garansi hingga 5 tahun," ungkapnya. Selain kulit kodok, dia juga mengatakan kulit limbah bambu sebagai bahan baku, seperti sepatu laki-laki dan perempuan. seperti dikutip dalam Merdeka.com.

Minggu, 22 Februari 2015

Atasi Pencemaran, Warga Olah Limbah Tahu Jadi Biogas

Tumbuhnya ratusan usaha produksi tahu berdampak pencemaran lingkungan di Desa Kalisari, Banyumas, Jawa Tengah. Setiap hari puluhan ribu liter limbah cair industri tahu dibuang ke sungai. Limbah cair merusak ekosistem sungai. Bau menyengat yang ditimbulkan juga sangat mengganggu warga.

Namun sejak 5 tahun silam, masalah limbah perlahan sirna. Berawal sejak berdirinya unit pengolahan limbah cair industri tahu menjadi biogas atau biolita, atas prakarsa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hingga kini sudah dibangun 4 unit pengolahan dibangun di Desa Kalisari untuk menampung puluhan ribu liter limbah cair yang dihasilkan 243 perajin tahu.

Dari ratusan perajin tahu, limbah cair dialirkan menggunakan pipa menuju instalasi biolita. Setelah diendapkan selama sehari, limbah kemudian menjalani proses pembusukan dan penguraian sebelum akhirnya diubah menjadi gas metan. Dari satu unit pengolahan limbah, bisa dihasilkan sekitar 400 liter gas metan per hari untuk dialirkan ke rumah-rumah warga. Seperti dikutip dalam Detik.com, Senin (23/2). (ws/ok)

Rabu, 04 Februari 2015

Peter Mang, Orang China ini Ubah Kotoran Manusia Jadi Emas


Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: aurum) dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, malleable dan ductile. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.[1]

Seorang insinyur bernama Heinz-Peter Mang, bermimpi untuk mengubah kotoran manusia menjadi batangan emas murni. Untuk mewujudkan impiannya tersebut Mang telah pindah ke Beijing, dimana jumlah kotoran manusia di kota itu telah memaksa para perencana kota untuk mencari cara baru untuk mengolahnya.

Sistem pembuangan kotoran Negara China berada dalam bahaya karena kelebihan kapasitas akibat banyak orang pindah ke daerah perkotaan China sehingga. Mang melihat potensi kotoran-kotoran tersebut sebagai sumber daya yang dapat diperbaharui[2].

Memang benar kotoran manusia mengandung logam berharga. Menurut penelitian dari Arizona State University, seperti yang dilansir oleh Mirror, Kamis (4/2) diperkirakan sebuah kota dengan populasi satu juta orang dapat menghasilkan kurang lebih 13 Juta Dolar  atau Rp 163 milyar , dalam bentuk logam berharga setiap tahunnya.

Teoripun muncul mencoba menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Teori pertama adalah karena ada kemungkinan bahwa makanan yang kita makan mengandung sedikit partikel dari metal yang tercampur di dalamnya. Teori lainnya menyebutkan ada kemungkinan bahwa bagian-bagian dari aksesoris dan perhiasan kita ikut terjatuh ke dalam toilet saat kita menyiram.[3]

Berdasarkan data tahun 2009 di pinggiran kota Tokyo, yang memang dipenuhi pabrik pengolahan logam, ditemukan emas dalam jumlah yang jauh lebih banyak di selokannya dibandingkan dengan beberapa tambang emas terbaik di dunia, seperti dikutip dalam Okezone.com, baru-baru ini. [4]


[1] Wiki. 2013. Emas (Online). http://wikipedia.org. Diakses Pada Tanggal 05 Februari 2015.
[2] Lampungtribun. 2015. Hah, Insinyur Ini Berniat Merubah Kotoran Manusia Jadi Emas Murni! (Online). http://tribunnews.com. Diakses Pada Tanggal 05 Februari 2015.
[3] Wartawan. 2015. China is Turning Fecal Sludge Into ‘Black Gold’ (Online). http://disinfo.com. Diakses Pada Tanggal 05 Februari 2015.
[4] Full. 2015. Insiyur Ingin Ubah Kotoran Manusia Menjadi Emas (Online). http://okezone.com. Diakses Pada Tanggal 05 Februari 2015.

Rabu, 07 Januari 2015

Sampah Jadi Energi Listrik, Bagaimana Caranya?



Pernahkan terpikirkan dibenak anda, tumpukan sampah bisa menjadi pembangkit listrik bagi sejumlah masyarakat?. Hal itu dibuktikan sendiri oleh warga Palembang.

Apa itu Sampah?
Sebelum masuk pada pembuatan energy kenali dahulu pengertian tentang sampah. sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

Tidak lama lagi, Warga Palembang akan menikmati energi listrik yang bersumber dari sampah. Plt Wali Kota Palembang Harnojoyo telah menunjuk badan usaha milik daerah, PT SP2J, sebagai pengelola energi yang bersumber dari ratusan ribu ton sampah di Sukawinatan, Palembang. Paling lambat pada Maret-April mendatang, perseroan SP2J dapat menjual energi hasil sampah kepada pihak PT PLN.

Dimana Masyarakat Mendapatkan Dana?
Dana untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Palembang mendapat bantuan pemerintah pusat dan diharapkan mampu dimanfaatkan secara optimal, serta menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain dalam pengelolaan sampah. "Palembang yang pertama di Indonesia bisa hasilkan listrik dari sampah," kata Harnojoyo, Rabu, 7 Januari 2015.

Produksi sampah di Kota Palembang mencapai 800 ton per harinya, dan 500 ton di antaranya masuk ke TPA Sukawinatan. Dengan hasil itu maka tumpukan sampah bisa dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik dan salah satu pilihan mengupayakan krisis energi listrik yang akan terjadi.

Berapakah Energi Yang Dihasilkan?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Ditjen Energi Baru dan Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) telah membangun pembangkit listrik di lokasi TPA Sukawinatan Kota Palembang. Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah mampu menghasilkan energi sampai 500 kWH dengan volume sampah berkisar 500-600 ton per hari. Saat ini pembangunan tersebut telah mamasuki tahap akhir.

Siapa yang Bertanggung Jawab?
Project Manager PT Pasa Engineering, Mussanaf selaku pemegang tender pekerjaan, mengatakan sampai hari ini pembangunan masuk tahap akhir atau hampir 100%. Dia mengatakan konservasi dari uap menjadi energi listrik dengan metode memanfaatkan tumpukan sampah merupakan pembangunan pertama kali di Indonesia. Saat ini sudah dibangun 50 sumur di tiga zona yang ada di TPA tersebut.

Dia memproyeksikan sampah Sukawinatan bisa menghasilkan 12 nmh3/h di setiap sumurnya, dengan kalkulasi 50 sumur dapat menghasilkan 600 nmh3/h. Pemanfaatan sampah menjadi energi listrik ini pertama kali di Indonesia. Sudah 50 sumur bor yang terpasang pipa ke mesin engine, sehingga diperkirakan mampu menghasilkan gas metan sebanyak 600nmh3/h.

Senin, 05 Januari 2015

Kotoran Sapi Dimanfaatkan Sebagai Produk Kecantikan

Kotoran Sapi digunakan Produk Kecantikan
Kotoran sapi  dan urinnya memang memiliki banyak manfaat. Sampai saat ini, kotoran dan urine sapi terbukti mampu menyembuhkan jerawat, memutihkan gigi bahkan gangguan pencernaan. Dengan ditemukannya banyak manfaat tersebut, sebuah organisasi asal India bernama The Visha Hindu Parishad (VHP) bahkan mengembangkan beberapa produk yang dibuat dengan bahan dasar kotoran dan urine sapi

Salah satu produk pertama yang dipasarkan oleh organisasi ini adalah minuman energi 'Cow ka cola'. Produk ini telah dipasarkan lebih dari 5 tahun yang lalu. Sabun kecantikan ini diberi nama sabun Nadini Beauty. Bahan-bahan yang digunakan adalah urine sapi yang dicampur dengan lidah buaya dan minyak almond. Pasta gigi ini memiliki merek Dhenu Dant Manjan. 2 bahan utama pasta gigi ini adalah bunga pudina dan babool chhal. Mudah ditebak, babool chhal adalah abu kotoran sapi.

Manfaat obat ini adalah dapat mengobati gangguan pencernaan. Bahan utama dari produk ini direndam dengan urine sapi yang baru saja dikeluarkan sapi. Bukan hanya tentang produk kecantikan dan kesehatan, urine dan kotoran sapi juga dapat digunakan untuk pengharum ruangan. Produk ini terbuat dari campuran kotoran sapi dan rempah-rempah.

Mengenal Apa Itu Kotoran Sapi?
Kotoran sapi adalah limbah hasil pencernaan sapi dan hewan dari subfamili Bovinae lainnya (kerbau, yak, bison). Kotoran sapi memiliki warna yang bervariasi dari kehijauan hingga kehitaman, tergantung makanan yang dimakan kerbau. Setelah terpapar udara, warna dari kotoran sapi cenderung menjadi gelap.

Kotoran sapi biasanya digunakan sebagai pupuk kandang. Di berbagai tempat di dunia, kotoran sapi yang dikeringkan digunakan sebagai bahan bakar. Kotoran sapi juga digunakan untuk menghasilkan biogas untuk dibakar dan menghasilkan listrik dan panas. Biogas memiliki kandungan gas metana dan telah digunakan secara luas id berbagai pedesaan di India dan Pakistan sebagai sumber energi terbarukan.

Di Afrika Tengah, masyarakat suku Maasai membakar kotoran sapi di dalam rumah untuk menangkal nyamuk. Di tempat dingin, kotoran sapi dijadikan bahan insulasi termal. Kotoran sapi juga merupakan salah satu pilihan bahan baku pembuatan bahan bangunan setara dengan bata.
Di Beaver, Oklahoma, kepingan kotoran sapi kering dijadikan bahan untuk permainan cow chip throwing (lempar kepingan kotoran), yang sudah populer sejak tahun 1970an

Kotoran sapi menjadi habitat bagi berbagai jenis organisme yang memecahkan kandungan nutrisi yang ada di dalamnya untuk didaur ulang dan disatukan dengan molekul tanah. Di tempat di mana sapi belum berdiam pada waktu yang lama, organisme pendegradasi kotoran sapi belum banyak sehingga keberadaan kotoran sapi dapat menjadi sarang tumbuhnya organisme merugikan. Di Australia, kumbang kotoran harus didatangkan dari luar untuk membantu mendaur ulang kotoran sapi di lahan penggembalaan hewan.